Kamis, 13 November 2008

MINYAK SAWIT- Jatuh selama 3 hari berturut-turut



CPO futures di bursa Malaysia mengalami penurunan selama 3 hari berturut-turut ditengah rasa pesimis dikalangan penanam terhadap prospek ekonomi global. Masalah keuangan global dan tidakmenentunya iklim ekonomi mengurangi permintaan dan menghindarnya buyer untuk segera melakukan pembelian.

Pasar saham global mengalami penurunan disaat minyak mentah dan minyak kedelai menembus posisi terendahnya. Kondisi ini menekan harga pasar CPO dan secara fundamental belum ada alasan yang kuat untuk mendukung harga minyak sawit. Minyak menta mengalami posisi terendah sejak 22 bulan menjadi US$55 (US$1= RM3.56) per barel.

Harga CPO untuk kontrak November 2008 dan Desember 2008 mengalami penurunan RM67 masing-masing ditutup RM1,461 per ton dan RM1,465 per ton. Sementara benchmark bulan Januari 2009 menurun RM59 menjadi RM1,480 per ton sementara Februari 2009 tergelincir RM66 menjadi RM1,477 per ton.

Turnover meningkat menjadi 13.001 lot dari sebelumnya 8,207 lot akan tetapi open interest menurun menjadi 91,466 kontrak dari 92,581 sebelumnya.

Pada pasar fisik, harga pengiriman November untuk wilayah Selatan turun menjadi RM1,465 per ton, dibandingkan hari Rabu pada RM1,540 per ton.

Sementara itu harga kontrak olein bulan Januari di BBJ pada perdagangan Kamis, mengalami peningkatan Rp.95/kg atau 1.64% menjadi Rp.5.905 dipicu aksi spekulasi beli ditengah kondisi terus melemahnya Rupiah. Rupiah ditutup melemah Rp.160 atau 1,39% menjadi Rp.11.700.

Out put minyak sawit Indonesia, diprediksikan akan turun pada tahun depan, karena menurunya pendapatan yang diharapkan dapat menolong harga yang telah melemah pada tahun ini. Indonesia diprediksikan pada 11 Agustus 2007 oleh Menteri Pertanian akan memproduksi 19.4 juta ton pada tahun depan, naik dari 18.6 juta ton pada tahun ini. Pada tahun ini, Indonesia dan Malaysia setuju untuk bekerja sama mengurangi out put untuk mendorong harga.

Indonesia kemungkinan akan memotong out put sebesar 100.000 ton di tahun 2009 dengan melakukan peremajaan pohon, sementara Malaysia akan memotong sebesar 700.000 ton melalu program penanaman kembali. (Asy/Bpti)

Tidak ada komentar: