Kamis, 23 Oktober 2008

LOGAM – Terus menurun dipicu keinginan investor untuk memegang cash


LOGAM – Terus menurun dipicu keinginan investor untuk memegang cash

Harga emas mengalami kejatuhan higga sempat menyentuh kelevel dibawah $700 per ons yang merupakan kejadian pertama kali sejak lebih dari 1 tahun dipicu menguatnya dollar US dan turunya harga saham yang membuat investor menjual logam untuk memburu dana cash. S&P Index ditutup turun hingga kelevel terendah semenjak April 2003, atau turun 39% sejak 31 Desember. Pelaku pasar nampaknya sangat concern dengan penguatan dollar US.

Harga emas futures kontrak Desember ditutup turun $20.50 atau 2.8% menjadi $714.70 per ons di Comex. Sebelumnya harga emas sempat menyentuh harga $695.20, yang merupakan harga terendah semenjak 6 September 2007. Aksi short covering membuat harga emas terangkat kembali dari level terendahnya.

Dollar US sudah menguat 3.7% pada minggu ini dibandingkan dengan kumpulan mata uang utama lainnya. Dalam kondisi krisis sekarang ini, para investor cenderung apatis dan tidak ingin melakukan langkah apapun, akan tetapi memegang emas masih cukup baik, mengingat penurunannya relative lebih lambat dibandingkan komoditi yang lain.

Sementara itu harga perak futures untuk kontrak Desember, ditutup menguat 4cent atau 0.4% menjadi $9.50 per ons di NewYork. Harga perak sudah mengalami kejatuhan sebesar 36% pada tahun ini.

ENERGI – Meningkat dipicu rencana pemotongan produksi oleh OPEC


ENERGI – Meningkat dipicu rencana pemotongan produksi oleh OPEC

Harga minyak mentah berjangka mengalami peningkatan pada perdagangan Kamis (23/10) hingga ditutup diatas level terendah sejak 16 bulan dipicu dukungan informasi bahwa anggota OPEC akan memutuskan untuk memotong produksinya pada pertemuan minggu ini. Akan tetapi harga gas alam mengalami kejatuhan lebih dari 5% setelah pemerintah US mengumumkan bahwa supply komoditi kembali diatas rata-rata 5 tahun.

Harga minyak mentah berjangka kontrak Desember ditutup meningkat $1.09 atau 1.6% menjadi $67.84 per barel di New York. Pada perdagangan rabu, minyak mentah sempat meluncur turun sebesar 7.5% hingga kelevel terendah sejak Juni 2007.

13 Negara OPEC dijadwalkan melakukan pertemuan resminya pada hari Jum’at, yang diharapkan akan melakukan pengurangan produksi dari permintaan hingga dapat mengangkat harga minyak, akan tetapi sangat sulit untuk mencapai keseimbangan antara kenaikan supply dari US, perkiraan melemahnya produksi dan perhatian pada masalah ekonomi global yang sedang terjadi.

Harga minyak mentah dalam enam bulan kedepan, sangat mungkin diperdagangkan pada kisaran $60 per barel, dikarenakan permintaan yang rendah dan banyaknya spekulan yang keluar dari pasar. Sementara itu produsen minyak dalam OPEC memiliki agenda yang berbeda-beda dan tidak kompak untuk menahan laju kejatuhan harga.

Sementara itu turunya permintaan juga terlihat pada permintaan bensin yang menunjukkan kondisi lemahnya ekonomi dan kemampuan masyarakat. Permintaan bensin menunjukkan penurunan 5.2% pada kuarter ke tiga, yang merupakan terendah sejak satu decade. Permintaan bensin rata-rata 8.8 juta barel perhari di lebih 4 minggu, turun 4.3% dari waktu yang sama dari tahun lalu.

Di Nymex, harga bensin ditutup pada $1.5778 per gallon, naik 0.7cent, sementara heating oil turun 0.7cent menjadi $2.0297 per gallon. Harga eceran untuk satu gallon di US mengalami penurunan hingga kelevel 1 tahun yang lalu pada $2.822 turun dari $2.858, demikian laporan dari AAA. Harga sudah mengalami penurunan lebih dari 30% dari rekor tertinggi di $4.114 di 17 Juli tahun ini.

Harga minyak mentah sudah turun 50% dari angka tertinggi di atas $147 per barel juga di Juli.

Rabu, 22 Oktober 2008

Kakao dan Kopi- Terus menurun dipicu penguatan dollar

KAKAO DAN KOPI- TERUS MENURUN DIPICU PENGUATAN DOLLAR

Harga kakao mengalami kejatuhan hingga level terendah hampir 11 bulan karena penguatan US $, yang membuat harga komoditi semakin tinggi untuk pembeli yang memegang mata uang selain Dollar US. Harga kopi juga mengalami kejatuhan. Index Dollar yang merupakan cerminan nilai Dollar terhadap enam currency lainnya, meningkat 2.3% sepanjang perdagangan kemarin dan menembus level tertinggi semenjak November 2006. Penguatan dollar, mengurangi minat pada komoditi sebagai hedging melawan inflasi bagi investor. Kakao futures kontrak Desember ditutup jatuh $24 atau 1.2% menjadi $2.013 per mt pada 9:49 am di ICE futures.

Sementara itu kopi arabika futures kontrak Desember mengalami kejatuhan 1.85cent atau 1.6% menjadi $1.124 per pound, yang merupakan kejatuhan dengan prosentase terbesar sejak 15 Oktober. Di London, Kopi Robusta untuk kontrak Januari ditutup turun $36 atau 2% menjadi $1,750 per mt di bursa Liffe.

Sementara itu di pasar fisik Indonesia, krisis global dan turunnya harga kopi dunia berimbas pada jatuhnya harga kopi lokal untuk pasar ekspor. Jika keadaaan ini berlanjut hingga akhir 2008 maka target penjualan senilai 575 juta dollar AS tidak akan terpenuhi. Saat ini harga kopi Robusta turun menjadi 1,5 dollar AS per kg padahal sebelum krisis global mencapai 2,3 dollar AS per kg. "

Selain itu penurunan harga dipengaruhi juga oleh pembeli asing yang ikut mengatur harga jual kopi. Saat ini AEKI sedang membuat semacam regulasi mengenai penjualan kopi, nantinya ada tiga elemen yang mengeluarkan semacam sertifikat penjualan kopi yaitu Pemda setempat, pemilik kopi dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI). Dengan sistem ini para pembeli lokal ataupun luar harus mematuhi harga jual yang ditetapkan, mengingat kualitas kopi Indonesia diakui secara international.Diharapkan tiga bulan kedepan sistem ini akan berjalan apalagi ketiga pihak menyambut positif rencana ini.

Selasa, 21 Oktober 2008

BIJI-BIJIAN –Turun dipicu penurunan permintaan



Harga jagung dan kacang kedelai turun karena aksi spekulasi bahwa langkah darurat untuk menolong perbankan yang dilakukan US dan Eropa tidak akan cukup untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi dan membantu permintaan terhadap komoditi. Harga jagung dan kacang kedelai turun lebih dari 40% dari angka tertingginya tahun ini.

FED diberikan otoritas untuk membeli $600 miliar dari asset yang ada di pasar uang mutual fund untuk menopang redeption yang dilakukan investor. Pemerintah Perancis telah menginvestasikan 10.5 miliar Euro ($14 miliar) di BNP Paribas SA dan 5 (lima) Bank lainnya untuk mendorong lending.

Para analis dunia menyatakan, bahwa kerusakan yang ditimbulkan sudah sangat parah untuk dapat membantu menguatkan daya beli konsumen dan ini dampaknya sangat negative untuk komoditi. Semua usaha lebih diarahkan pada perbaikan system keuangan dan bagaimana menolong resesi global yang semakin dalam.

Harga jagung untuk kontak Desember ditutup turun 7.5cent atau 1.8% menjadi $4.11 per bushel di CBOT, setelah sebelumnya sempat menanjak 8.8% dan menyentuh level tertinggi sejak 15 Oktober di $4.2775. Kontrak paling aktif sudah mengalami penurunan 49% sejak level tertinggi di 27 Juni pada harga $7.9925.

Minyak kedelai futures untuk kontrak Januari turun 25.5cent atau 2.7% menjadi $9.1525 per bushel, setelah melejit 7.8% pada 3 sesi sebelumnya dan melonjak pada $9.555 yang merupakan level tertinggi sejak 14 Oktober. Kacang kedelai sudah menurun 44% sejak angka tertinggi di $16.3675 pada 3 Juli.

Jatuhnya harga golongan biji-bijian juga dikarenakan turunya biaya pengapalan yang menjadi indikasi turunya pertumbuhan ekonomi dan permintaan terhadap komoditi.

Minggu, 19 Oktober 2008

MINYAK KELAPA SAWIT- Terus melemah


Pada perdagangan berjangka hari Jum’at (17/10) Minyak Kelapa Sawit di Malaysia dan di Indonesia, harga CPO berjangka ditutup melemah lebih dari 3 % karena kekhawatiran yang masih menyelimuti pasar global berkaitan dengan resesi ekonomi yang akan memangkas permintaan.

Kontrak Januari di MDEX ditutup melemah RM16 atau 0.97% menjadi RM 1,635 (US463) per ton, sementara itu kontrak bulan yang sama di BBJ ditutup melemah Rp.145 per kg menjadi Rp.5.065 per kg.

Indonesia berencana untuk memotong pajak ekspor minyak sawit karena melemahnya permintaan yang menyebabkan tekanan pada harga. Pada peraturan yang berlaku sekarang Dalam Permenkeu No 09/PMK.011/2008, tarif PE berpedoman pada harga rata-rata CPO CIF Rotterdam satu bulan sebelum penetapan harga patokan ekspor (HPE). Pemerintah Indonesia berencana menentukan pajak ekspor pada bulan November. Pajak eksport yang sekarang berlaku pada 7.5% untuk bulan Oktober. (Asy)